20 ribu Ton Beras Busuk, Bukti Kelupaan Negara Pada yang Lapar

Coba anda ke pelosok negari ini, masih banyak disana sini masyarakat yang kehidupannya memprihatinkan.

Sekitar 20 ribu ton beras yang membusuk di gudang bulog, jumlah yang fantastis. Itu bukan jumlah yang sedikit. Itu jumlah yang banyak, kalau dihitung secara matematika itu dapat meminimalisir kekurangan beras di bangsa ini saya bukan orang matematika jadi tidak dapat menghitung secara detail, tapi busuknya 20 ribu ton beras sangat disayangkan.

20 ribu ton beras itu senilai Rp. 160 milyar. Itu angka yang fantastis. Dan ketika makanan itu dibuang percuma, itu mengiris hati dan perasaan saya.

Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, karena saya hanya seorang rakyat biasa, mana mungkin suara saya didengar.

Saya menulis ini karena saya merasa iba melihat masih banyak rakyat Indonesia yang hidupnya sangat memprihatinkan.

Saya rasa bapak Presiden sangat mengerti bahwa di setiap pelosok negeri ini masih banyak rakyat yang betul-betul membutuhkan bantuan pemerintah.

Terlintas pertanyaan sederhana mengapa beras tersebut sampai busuk? Apakah salah managemen di internal Bulog? Apakah tidak memiliki angka kemiskinan di Indonesia? Apakah beras tersebut tidak boleh didistribuskan secara taktis bagi yang membutuhkan?

Mari kita jawab bersama-sama.

Saya tidak sedang membangun alibi untuk membenarkan diri saya dan menyalahkan pihak terkait, saya hanya sedang memaksa agar hal ini tidak terjadi lagi, agar anggaran negara tidak terbuang sia-sia.

Coba anda ke pelosok negari ini, masih banyak disana sini masyarakat yang kehidupannya memprihatinkan.

Kita tidak boleh ego, tapi mari kita berfikir jernih, agar bersama menyuarakan hal yang memang wajar disuarakan.

Ayo makan pisang dengan seteguk kopi hitam.

*Oleh: Adam Nusantara
KOMENTAR
80 Shares
Tweet
Share80
Share
Pin