Polisi Intai 8 Kelompok KKB Papua yang Lakukan Kekerasan pada Warga

526 Shares

“Dari hasil dikembangkan, ada delapan kelompok kriminal bersenjata yang masih beraksi. Kelompok ini kita intai,” kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Radamuhu.com — Setelah mengamankan beberapa orang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua, tugas polisi masih belum usai, masih ada delapan kelompok kriminal lain yang masih akan kembali melakukan aksinya di Papua.

“Dari hasil dikembangkan, ada delapan kelompok kriminal bersenjata yang masih beraksi. Kelompok ini kita intai,” kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada wartawan dalam Refleksi Semester I Tahun Anggaran 2020 yang berlangsung di Aula Rasta Samara Polda Papua, Jumat, 26 Juni 2020.

Baca juga : PTUN: Jokowi dan Menkominfo Bersalah atas Pemblokiran Internet di Papua

Ia menegaskan masih ada delapan kelompok kriminal bersenjata yang masih melakukan aksinya di wilayah pegunungan tengah Papua. Delapan kelompok kriminal bersenjata ini terdata berada di kawasan Puncak Jaya, Sinak, Ilaga, Mimika, Paniai, Sugapa, Lani Jaya dan Nduga.

Paulus juga memaparkan, para kelompok KKB inilah yang sering melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat maupun TNI-Polri yang bertugas di delapan wilayah tersebut, juga kepada pegawai pemerintahan termasuk para pekerja proyek.

Dalam aksinya, kelompok kriminal bersenjata ini biasanya menggunakan sajam dan senjata api. Namun, Paulus menyampaikan, mereka masih melakukan pengejaran terhadap kelompok ini.

Kata Paulus, delapan daerah tersebut menjadi perhatian khusus aparat keamanan TNI, Polri, para pelaku kekerasan ini akan ditangkap. Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan TNI untuk melakukan penegakan hukum, agar tidak ada lagi kekerasan terhadap warga sipil.

Dia menjelaskan, untuk mengurangi pergerakan KKB tersebut, direncanakan akan di bangun beberapa pos gabungan di wilayah-wilayah tersebut. “Kita akan mempersempit ruang gerak para kelompok ini agar bisa dilakukan penegakan hukum,” ujarnya.

Baca juga : Ham dan Demokrasi Menjadi Tangisan Masyarakat Papua

Paulus menegaskan, para kelompok kriminal bersenjata tersebut saat ini memiliki logistik yang cukup baik itu bahan makanan dan amunisi. Sehingga mereka dengan berani melakukan penembakan.

Untuk senjata dan amunisi umumnya didapatkan dari hasil rampasan saat menyerang aparat TNI-Polri, dan juga ada yang mereka beli dari luar negeri seperti Filipina dan Papua Nugini (PNG).

Paulus, menyampaikan apresiasi kepada anggota TNI-Polri yang berhasil melakukan penangkapan terhadap anggota KKB yang selama ini melakukan aksi kekerasan pada warga maupun TNI, Polri di wilayah tersebut.

KOMENTAR
526 Shares
526 Shares
Tweet
Share526