UU Cipta Kerja Disahkan DPR, Jokowi: Nilai Tukar Rupiah Meroket

Isu Omnibus Law yang berkembang di Indonesia beberapa hari terakhir ternyata menimbulkan dampak positif terhadap Rupiah.

Radamuhu.com — Sejak disahkan Undang-Undang Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020 oleh Pemerintah, ternyata membawa dampak positif terhadap nilai tukar (kurs) yang menguat.

Tercatat kemarin, 8 Oktober 2020 Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan mata uang global.

Baca Juga : Tolak UU Ciptaker, Surabaya Mencekam, Sejumlah Fasilitas Publik Dibakar, Anak Buah Risma Menyayangkan Tindakan Massa Aksi

Isu Omnibus Law yang berkembang di Indonesia beberapa hari terakhir ternyata menimbulkan dampak positif terhadap Rupiah.

Selain itu Rupiah juga ditopang penerbitan Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang vaksinasi Covid-19 oleh Presiden Jokowi dikutip Bagikanberita.com dari Warta Ekonomi.

Sementara itu berdasarkan Radient Technologies Inc (RTI), saat ini rupiah menguat di kisaran Rp14.600-an per dolar AS. Sampai dengan pukul 09.50 WIB, rupiah terapresiasi 0,19% ke level Rp14.653 per dolar AS.

Sederet mata uang dunia lainnya pun ikut ditekan oleh rupiah, yaitu dolar Australia (0,22%), euro (0,17%), dan poundsterling (0,12%).

Selain itu, di antara mata uang regional, Rupiah melesat menempati posisi kedua setelah dolar Taiwan (-0,53%). Dengan kata lain, rupiah menguat terhadap baht (0,34%), yuan (0,32%), yen (0,26%), won (0,24%), ringgit (0,23%), dolar Singpura (0,22%), yen (0,22%), dan dolar Hong Kong (0,11%).

Baca Juga : Ini Poin-Poin Penting Omnibus Law UU Cipta Kerja yang Jadi Kontroversi

Diketahui mata uang Rupiah dan dolar Taiwan bertahan menguat terhadap mata uang Paman Sam, sedangkan sebagain besar mata uang Asia tengah anjlok di hadapan dolar AS seperti baht, dolar Singapura, Won, Yen, dan Yuan.

Menguatnya Rupiah ini merupakan hasil dari upaya pemerintah dan DPR RI dari pengesahan Omnibus Law dan impor vaksin Covid-19. (pikiranrakyatcom)

KOMENTAR
0 Shares
Tweet
Share
Share