Ini Pahlawan Cilik dari Aceh Timur, Lawan Pemerkosa Ibunya hingga Nyawa Terenggut, Tak Mau Lari meski Disuruh Ibunya

Tidak hanya itu, R juga dikenal bocah yang pandai mengaji meskipun usianya masih belia.

Radamuhu.com — Inilah Sosok R (9), bocah yang berusaha menolah ibunya saat diperkosa. Demi melindungi ibunya dari predator seksual, seorang bocah SD berinisial R (9) rela bertaruh nyawa.

Nahasnya, bocah heroik R tewas di tangan pemerkosa ibunya sendiri setelah dibacok di bagian pundak kanan dan lehernya. Sementara itu, dituturkan sang ayah, sosok R merupakan bocah yang cerdas dan pandai mengaji.

Baca Juga : Begini Kronologi Kematian Pahlawan Cilik dari Aceh Timur, Lawan Pemerkosa Ibunya hingga Nyawa Terenggut

Diketahui ayah dan ibu R, Fadli Fajar dan D (28) sudah berpisah sejak 2018 lalu. Sebelum menuturkan sosok sang anak, Fadli mengaku bisa merasakan ketegangan itu berdasarkan penuturan mantan istrinya. Fadli Fajar kuasa menahan tangis saat mengingat kalau anak sulungnya itu kini sudah tiada.

Ayah bocah SD malang tersebut saat ini tinggal di Kota Medan, Sumatera Utara. Sementara putranya, R, baru dua minggu tinggal bersama ibunya, D, di Kecamatan Birem Bayeun Aceh Timur.Diakuinya, sejak berpisah dengan korban D dua tahun lalu, R bersama sang adik memang tinggal bersama dirinya di Medan Selayang.

“Tanggal 19 September 2020 lalu, saya baru saja merayakan ulang tahun almarhum yang genap berusia 10 tahun,” ujar pria berdarah Aceh-Karo ini sambil menangis.

Seperti dilansir dari Serambinews (Tribunmedan.com grup), berapa hari setelah merayakan ultahnya yang ke-10, korban D datang ke rumahnya di Medan Selayang dengan maksud membawa Rangga ke Aceh. Seperti sudah firasat, saat itu Fadli Fajar mengaku berat melepas kepergian putra pertamanya itu.

Baca Juga : Orang Tua di Lebak Tega Bunuh dan Kubur Anak Kandungnya Sendiri, Gegara Susah Memahami Pelajaran Sekolah

“Tapi karena almarhum terus merengek dan bersikeras ikut, akhirnya saya mengizinkannya,” imbuhnya.

Ia pun mengaku sempat kaget dan tak percaya mendengar kabar anaknya itu telah meninggal dunia.

“Saya hampir tak percaya mendengar kabar R meninggal. Dia meninggal terkena sabetan parang pelaku karena berusaha membantu ibunya di rumah itu,” ujar Fadli Fajar.

Ia pun menceritakan detik-detik saat anaknya melindungi sang ibu hingga akhirnya sakratul maut di tangan Samsul.

Baca Juga : Viral, Syekh Ali Jaber Ditikam Orang Tak Dikenal di Lampung!

“Saya dapat kabar bahwa sebelum meningal, anak saya sempat disuruh lari sama ibunya. Tapi dia tidak mau lari, dia lawan pelaku. Setelah terkena parang, ia sempat berucap sakit. Lalu ia langsung terdiam, mungkin saat itu anak saya ini sakratul maut,” imbuhnya lagi.

Fadli kemudian menceritakan sosok sang anak yang dikenalnya periang dan cerdas. Tidak hanya itu, R juga dikenal bocah yang pandai mengaji meskipun usianya masih belia.

“Almarhum memang beda dengan anak seusianya. Ia anak cerdas, periang, keras berpendirian, dan selalu mendapat rangking di kelas. Bahkan sekarang Ia sudah mampu membaca Alquran,” kenang ayahnya menangis sedih.

Kini, Fadli Fajar telah mengikhlaskan kepergian anak kesayangannya itu.

Baca Juga : Innalilallahi, Imam Masjid yang Dibacok Parang Saat Salat Magrib Meninggal di Rumah Sakit

“Allah SWT lebih sayang kepadanya, sehingga memanggilnya duluan dari pada kami. ‘Selamat jalan nak, kami akan selalu merindukanmu nak’,” ucap ayahnya kembali menangis.

Di akhir perbincangan, Fadli Fajar berharap penegak hukum memberikan ganjaran seberat-beratnya kepada pelaku, supaya tidak ada lagi “Rangga Rangga” lain yang menjadi korban. (tribunnewscom)

KOMENTAR
0 Shares
Tweet
Share
Share