Ini Kronologi Tewasnya Pembunuh Rangga ‘Pahlawan Cilik’ dari Aceh Timur

Saat hendak dibawa ke rumah sakit, polisi menemukan Samsul pembunuh Rangga sudah terbujur kaku di dalam sel.

Radamuhu.com — Samsul Bahri (41), pembunuh Rangga (9), bocah yang mencegah ibunya DA (28) diperkosa tewas dalam sel tahanan. Residivis itu diduga meninggal akibat sesak.

“Tadi malam sekitar pukul 23.30 WIB tersangka kembali mengeluh sesak,” kata Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo kepada wartawan Minggu (18/10/2020).

Baca Juga : Ini Pahlawan Cilik dari Aceh Timur, Lawan Pemerkosa Ibunya hingga Nyawa Terenggut, Tak Mau Lari meski Disuruh Ibunya

Kronologi, Sabtu 17 Oktober 2020

Arief menjelaskan, Samsul sempat dibawa ke rumah sakit pada Sabtu (17/10) dinihari karena mengeluh sesak. Dokter melakukan tindakan medis dengan memeriksa suhu tubuh, tensi darah serta kadar oksigen.

Setelah beberapa jam dirawat, dokter membolehkan Samsul dibawa pulang ke Polres Langsa sekitar pukul 06.00 WIB. Polisi kembali memasukkan residivis kasus pembunuhan ini ke sel tahanan.

Pada Sabtu malam, Samsul kembali mengeluh sesak. Saat hendak dibawa ke rumah sakit, polisi menemukan Samsul pembunuh Rangga sudah terbujur kaku di dalam sel.

“Petugas langsung membawa tersangka ke RS dan dinyatakan tersangka telah meninggal dunia,” ujar Arief.

Baca Juga : Begini Kronologi Kematian Pahlawan Cilik dari Aceh Timur, Lawan Pemerkosa Ibunya hingga Nyawa Terenggut

Arief mengatakan, Samsul juga sempat mengalami dehidrasi setelah tidak mau makan dan minum selama dua hari. Polisi menepis dugaan Samsul bunuh diri sel.

“Bukan (bunuh diri). Menurut teman satu selnya dia nggak mau makan dan minum,” tutur Arief.

Sebelumnya, Samsul diduga membunuh Rangga karena berteriak untuk mencegah ibunya DA diperkosa pelaku. Kejadian itu terjadi di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Aceh, Sabtu (10/10) dini hari. (detikcom)

KOMENTAR
0 Shares
Tweet
Share
Share