Kantor DPD Nasdem Makasar & Mobil Sedan Dirusak oleh Massa Demo Tolak Omnibus Law, 13 Pengunjuk Rasa Ditangkap

“Kantorku rusak, dimasuki massa,” kata Cicu sapaannya via pesan WhatsApp.

Radamuhu.com — Selain pengrusakan dan pembakaran ambulans yang sedang parkir, masa aksi juga melakukan pengrusakan kantor DPD Partai Nasdem Makasar. hal disampaikan oleh Ketua DPD Nasdem Makassar, Andi Rachmatika Dewi.

Ia mengonfirmasi terkait pengrusakan Kantor DPD Makassar dan pembakaran ambulans.

“Kantorku rusak, dimasuki massa,” kata Cicu sapaannya via pesan WhatsApp.

Baca Juga : Ricuh, Demo Tolak Omnibus Law di Makasar, Ambulans Partai Nasdem Dibakar Massa Aksi

Terlihat foto kantor DPD Nasdem Makassar di Jl AP Pettarani Makassar, kaca pintu dan jendela pecah.

tribunnews

“Alhamdulillah tidak adaji (korban). Mereka (penjaga kantor) sempatji melarikan diri karena masuk ke kantor katanya bawa parang,” ujar Cicu.

Tidak hanya itu, lanjut dia, ambulans turut dibakar.

“Kami minta diusut tuntas kejadian ini yang sangat merugikan,” jelas Ketua Komisi B DPRD Makassar.

Saat ini, sekutar pukul 22.25 Wita, Cicu telah mendapat laporan, kondisi di  sana belum kondusif. Hingga pukul 23.00 pasukan Brimob Polda Sulsel masih menembaki pengunjukrasa dengan gas air mata, Kamis (22/10/2020).

Tembakan itu dilepaskan lantaran pengunjukrasa masih melakukan pelemparan dari dalam kampus UNM. Di lokasi lain, tepatnya depan Kampus UNM Jl AP Pettarani, pasukan Sabhara Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel ikut disiagakan.

Mereka bersiaga sambil mengimbau warga Jl Andi Djemma pulang ke rumah masing-masing. Imbauan itu, dilakukan menggunakan pengeras suara mobil rantis. Meski demikian, warga masih tetap berkumpul di sekitar lokasi.Mereka menyaksikan upaya polisi meredam perlawanan mahasiswa dari dalam kampus.

13 Pengunjuk Rasa Diamankan

13 pengunjuk rasa ricuh Tolak Omnibus Law di depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) ditangkap, Kamis (22/10/20) malam. Penangkapan itu dilakukan polisi saat unjuk rasa berlangsung ricuh. Kericuhan bermula saat pengunjukrasa melempari sekretariat Partai Nasdem Kota Makassar, Jl AP Pettarani.

Kaca jendela sekretariat partai bentukan Surya Paloh itu pun berhamburan. Tidak hanya itu, mobil yang terparkir di depan sekretariat juga rusak terkena lemparan batu. Tidak puas merusak, pengunjuk rasa mendorong ambulans berstiker Nasdem yang terparkir di depan sekretariat Nasdem ke jalanan lalu membakarnya.

Baca Juga : Tolak UU Ciptaker, Surabaya Mencekam, Sejumlah Fasilitas Publik Dibakar, Anak Buah Risma Menyayangkan Tindakan Massa Aksi

Pembakaran ambulans itu pun memancing warga sekitar berdatangan di pertigaan Jl Andi Djemma-AP Pettarani tepat samping sekretariat Nasdem. Warga yang berkerumun pun melempari kelompok pengunjuk rasa yang kemudian mundur ke dalam kampus UNM dan ke Jl Pendidikan samping kampus.

Aksi saling lempar batu, petasan, busur dan molotov pun berlangsung. Pantauan di lokasi, dua orang warga terkena lemparan batu. Satu lainnya terkena anak panah di bagian tangan. Selang beberapa saat, polisi pun tiba di lokasi untuk melerai aksi saling lempar tersebut.

Warga diminta mundur dan pengunjukrasa diberondong tembakan gas air mata yang dibalas lemparan batu. Setelah pengunjuk rasa dipukul mundur, polisi melakukan penyisiran di sisi kanan kampus, Jl Pendidikan.

Dari penyisiran itu, sejumlah pengunjuk rasa diamankan. Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam yang memantau langsung proses pembubaran mengatakan, sedikitnya ada 13 mahasiswa yang diamankan atau ditangkap.

“Sementara ada 13 orang kita amankan (statusnya mahasiswa atau bukan) sementara kita dalami. Itu yang 13 orang kita amankan sewaktu kita melakukan pendorongan,” kata Irjen Pol Merdisyam.

Pantauan saat ini, pukul 00.45 Wita, ruas jalan AP Pettarani perlahan dapat dilalui pengendara setelah polisi dibantu warga menyingkirkan blokade pengunjukrasa yang berlangsung sejak Kamis sore.

Kapolda Pimpin Pembubaran

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam memantau langsung pembubaran unjuk rasa berakhir ricuh di sekitar kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Jl AP Pettarani Makassar, Kamis (22/10/2020) malam.

Jenderal bintang dua itu juga sesekali mengomandoi pasukan. Ia mengarahkan para personel yang bertugas untuk menghalau warga dari ruas Jl AP Pettarani Makassar. Jumat (23/10/2020) pukul 00.14 Wita, pengendara perlahan mulai dapat melalui Jl AP Pettarani setelah ditutup karena aksi unjuk rasa.

Polisi dibantu warga membersihkan benda benda yang digunakan menutup jalan oleh pengunjuk rasa. Pengunjukrasa sendiri sudah berhenti melakukan pelemparan dari dalam kampus. Proses pembubaran sempat mendapat perlawan.

Baca Juga : Pecalang di Bali Bantu Polisi Kawal Aksi Demo Tolak Omnibus Law

Pengunjukrasa yang diberondong gas air mata masih saja melakukan pelemparan. Polisi pun menyisir sisi kanan kampus UNM tempat pengunjukrasa bersembunyi dan melakukan pelemparan. Hingga akhirnya tiba di perempatan Jl Pendidikan-Jl Mapala. Hasil penyisiran mengamakan sedikitnya 13 pengunjukrasa.

Unjuk rasa sempat berakhir ricuh karena massa membakar ambulans milik Partai Nasdem. (*/Tribunnewscom)

KOMENTAR
0 Shares
Tweet
Share
Share