Mantan Wapres Jusuf Kalla: Habib Rizieq Shihab sebagai Pemimpin Karismatik

Masyarakat lanjutnya, sudah menganggap tidak lagi memiliki sosok yang dapat diandalkan sebagai penyalur aspirasi.

Radamuhu.com — Wakil Presiden Ke-10 dan 12 Jusuf Kalla menanggapi dampak kepulangan Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab. Menurutnya Rizieq merupakan pemimpin yang karismatik.

Saat mengisi diskusi virtual PKSTV pada Jumat (20/11/2020), Jusud Kalla menyinggung permasalahan Rizieq Shihab yang begitu hebat. Pasalnya Polisi hingga TNI turun tangan. Jusuf Kallah menyindir seakan negara tengah menghadapi suatu goncangan.

Baca Juga : Pangdam Jaya Dudung: Kalau Habib Ucapannya Kotor di Maulid, Saya Muslim Tidak Terima!

Dia menilai bahwa gelombang massa saat kepulangan dan aktivitas Rizieq disebabkan terjadinya kekosongan kepemimpinan. Masyarakat menilai tidak ada yang mampu menyerap aspirasi mereka.

 “Ini menurut saya karena ada kekosongan kepemimpinan yang dapat menyerap aspirasi masyarakat luas makanya kekosongan itu, begitu ada pemimpin yang karismatik katakanlah atau ada yang berani memberikan alternatif maka orang mendukungnya,” katanya, Jumat (20/11/2020) malam.

Masyarakat lanjutnya, sudah menganggap tidak lagi memiliki sosok yang dapat diandalkan sebagai penyalur aspirasi. Walhasil kondisi ini harus segera diatasi oleh pemimpin termasuk di kursi dewan.

Baca Juga : Pangdam Jaya Dudung: Kalau Perlu, FPI Bubarkan Saja!

“Kenapa masyarakat memilih Habib Rizieq untuk menyuarakan dia punya aspirasi? itu pertanyaan yang sangat penting untuk kita evaluasi, jawab khususnya PKS dan partai Islam lainnya.”

Situasi ini dinilai harus segera diperbaiki. Apabila dibiarkan maka akan menimbulkan masalah baru. Publik bisa jadi akan mengambil haknya kembali kepada sosok yang dipilihnya baik lewat Pemilu maupun Pilkada.

Baca Juga : Fadli Zon Minta Pangdam Jaya Dudung Dicopot Gegara ‘Bubarkan Saja FPI’

Kata Jusuf Kalla, aspirasi masyarakat tetap harus didengar. Para pemimpin juga mesti mengetahui masalah yang dialami publik.

“Aspirasi ini harus kita dengar aspirasi ini, para pemimpin harus mengetahui tentang masalah itu. Kita membikin lobang kekosongan yang diisi dengan demokrasi jalanan lagi. Ini menimbulkan masalah baru dan akan menghambat pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. (kabar24bisniscom)

KOMENTAR
0 Shares
Tweet
Share
Share