Merasa Ditunding, Jubir: Jusuf Kalla Tidak Pernah Mendanai Kepulangan Habib Rizieq

“Pak JK tidak pernah mengkomunikasikan atau pun mendanai kepulangan HRS. Sebagaimana opini yang sedang dibangun para buzzer sejak kepulangan HRS,” tegasnya.

Radamuhu.com — Juru Bicara Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah turun tangan untuk menanggapi tudingan adanya andil JK usai pulang dari Mekkah beberapa waktu lalu terhadap kembalinya Habib Rizieq Shihab ke Jakarta.

Sebelumnya, pengamat politik dan sosial Rudi S. Kamri membuat tulisan dengan judul “Sang Bandar Chaplin Pun Akhirnya Keluar Sarangnya Karena Kepanasan”. Sejumlah pihak menilai tulisan yang tersebar di beberapa grup WhatsApp, itu merujuk kepada mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla.

Baca Juga : Mantan Wapres Jusuf Kalla: Habib Rizieq Shihab sebagai Pemimpin Karismatik

“Tulisan seperti itu bukan saja menciptakan kegaduhan dan penyesatan. Tetapi merusak hubungan sosial, budaya saling menghargai yang mengakar di Indonesia. Karena dengan entengnya menuduh sekalipun dengan penyamaran, yang bisa merusak hubungan silaturrahmi orang atau kelompok yang diasosiasikan dengan pihak lain yang selama ini hubungannya terpelihara dengan baik,” tulis Husain, dikutip Minggu (22/11/2020).

Husain menjabarkan, perjalanan Jusuf Kalla ke Mekkah tidak ada sangkut pautnya dengan kepulangan Habib Rizieq Shihab.

“Pak JK tidak pernah mengkomunikasikan atau pun mendanai kepulangan HRS. Sebagaimana opini yang sedang dibangun para buzzer sejak kepulangan HRS,” tegasnya.

Husain menyebutkan perjalanan Jusuf Kalla ke Vatikan dan Mekkah pada 20-25 Oktober 2020 lalu, untuk menemui Pemimpin Umat Khatolik Paus Fransiskus dalam rangka penjurian pemberian gelar Sayeed Award for Human and Fraternity, yang digagas Paus Fransiskus dengan Imam Besar Al-Azhar Syeikh Ahmad Al Tayeb.

 “Setelah bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, Pak JK melanjutkan perjalanan ke Riyadh Saudi Arabia, menyaksikan penanda tanganan perjanjian kerjasama Pembangunan Museum Rasulullah Muhammad SAW yang akan dibangun di Jakarta,” ungkapnya.

Usai penandatangan tersebut, JK lantaran sudah berada di Saudi Arabia, melanjutkan ibadah umrah. Untuk keperluan ibadah umrah JK melanjutkan perjalanan ke Mekkah menunaikan umrah dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Perjalanan Pak JK ke Vatikan dan Mekkah murni perjalanan misi kemanusiaan dan ibadah. Tidak bersangkut paut dengan kepulangan HRS apalagi politik dalam negeri apalagi 2024,” tegasnya.

Baca Juga : Pangdam Jaya Dudung: Kalau Perlu, FPI Bubarkan Saja!

Dia juga menegaskan kepada para buzzer agar tidak mengotori rangkaian perjalanan JK dengan narasi menyesatkan tanpa dasar dan bukti.

“Karena perjalanan Pak JK murni untuk kemanusiaan dan ibadah. Sebagai negara Pancasila, kita wajib menghargai dan menghormati warga negara Indonesia yang melaksanakan ritual ibadah keagamaannya dan kiranya tidak dinodai dengan fitnah murahan,” tambahnya. (kabar24bisniscom)

KOMENTAR