Beda Dengan Ahok, Habib Rizieq Dianggap Tidak Menghormati Lambang Negara

Radamuhu.com — Proses sidang terhadap Habib Rizieq Shihab sebagai terdakwa sedang berlangsung. Pada sidang dengan agenda pembacaan eksepsi, kemarin, 23 Maret 2021, Habib Rizieq menyampaikan protes karena sidang digelar secara virtual.

Di media sosial, sejumlah netizen membandingkan sikap Habib Rizieq tersebut dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Seperti diketahui, Ahok yang kerap kali berseteru dengan Habib Rizieq saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta juga pernah menjadi pesakitan dan jadi terdakwa.

Namun, Ahok saat itu menghormati hakim bahkan terlihat tunduk saat hakim membacakan putusan untuknya.

Akun Babo DDB di facebook, mengaku tersentak dengan aksi Habib Rizieq di pengadilan yang dianggap tidak menghormati simbol negara.

“Di dunia manapun, pengadilan itu lembaga sakral. Para hakim berpakaian hitam dan bertopi. Tidak ada lambang pemerintah. Kecuali lambang negara.

Baca Juga: Protes Disidangkan Secara Virtual, Habib Rizieq dan Pengacaranya Walk-Out

Di lambang negara itu ada darah dan air mata yang diperjuangkan untuk nilai nilai keadilan dan kemanusiaan. 

Karenanya ketika orang masuk ruang sidang. Dia berada dalam epoch sejarah yang penuh heroik dan sakral. Siapapun yang memahami ini dia akan hormat, sebagaimana dia menghormati negara dan dirinya sendiri,” tulis Babo.

Habib Rizieq dan tim pengacaranya dianggap berlaku kasar dan melanggar tata tertib sidang. Padahal, berdasarkan UUD 45, kekuasaan hakim dijamin kemerdekaanya. Hakim bisa mengabaikan UU dan Hukum demi keadilan.

Menurut Babo, Rizieq tidak bisa berdalih dan mempertanyakan kebijakan hakim melakukan persidangan online, karena di ruang sidang kekuasaan hakim tak terbatas.

Seharusnya, Rizieq untuk mempertanyakan sidang online itu, agar disampaikan dengan bahasa santun dan arif.

“Kalau tidak percaya kepada hakim dan jaksa. Ya hargailah lambang negara  yang ada dinding ruang sidang itu.

Bayangkanlah, ada jutaan para pahlawan mati demi lembang negara itu. Kemerdekaan itu tidak gratis.  Namun akhirnya kini Hakim berdamai dengan kehendak MRS disidang dengan hadir tatap muka.

Baca Juga: Hakim Tak Peduli Aksi Walk Out Kuasa Hukum, Besok Sidang Habib Rizieq Tetap Digelar Virtual

Betapa mahalnya harga keadilan itu walau tak menyentuh rasa keadilan, namun seorang Ahok usai sidang membukukan tubuhnya.

Dia kecewa dengan hakim tetapi tidak pernah menyesal menjadi warga negara. Kalau kita memperjuangkan dan mengagungkan agama yang kita yakini namun tidak diaksanakan dengan bijak dan rasa hormat, lantas nilai agama  apa yang hendak kita capai ?” tulisnya lagi.

Netizen, Muhammad Zazuli menilai perbedaan Ahok dengan Habib Rizieq bagai bumi dan langit.

“Yang satu selalu datang memenuhi panggilan dengan jantan dan berani sedang yang satu juara kabur,” tulisnya.

Kericuhan di Sidang Habib Rizieq

Seperti diketahui, sidang kasus kerumunan hingga terkait tes swab Habib Rizieq digelar di PN Jaktim dimulai Selasa 16 Maret 2021 lalu secara virtual.

Majelis hakim, jaksa penuntut umum, serta tim pengacara Habib Rizieq hadir langsung di ruang sidang.

Sedangkan Habib Rizieq mengikuti sidang secara virtual dari Bareskrim Polri.

Sidang virtual ini kemudian menuai protes dari Habib Rizieq hingga pengacaranya. Salah satu alasannya adalah terdapat masalah pada audio. Sidang kemudian diskors untuk perbaikan audio.

Setelah skors dicabut, protes masih berlanjut. Habib Rizieq menegaskan ingin hadir langsung di persidangan. Dia mengemukakan sejumlah alasan kenapa dirinya harus hadir langsung, salah satunya sidang online sangat bergantung pada sinyal yang bisa terputus tiba-tiba.

Protes tersebut tidak ditanggapi. Sidang terus dilanjutkan secara daring.

Habib Rizieq dan pengacaranya kemudian walkout. Pengacara Habib Rizieq kemudian melakukan protes hingga mengamuk di ruang sidang. Salah satu pengacara, Novel Bamukmin, juga sempat menunjuk-nunjuk majelis hakim. Sidang kemudian ditunda hingga 19 Maret 2021.

Pada 19 Maret, sidang kembali digelar secara virtual.

Habib Rizieq kembali protes dan mempertanyakan mengapa dirinya dipaksa ikut sidang virtual.

“Kan saya tolak sidang online. Kok saya dipaksa begini?” ujar Habib Rizieq.

Dia menolak keras saat dijemput tim jaksa penuntut umum. Dia menegaskan tak mau ikut sidang secara daring. Dia juga meminta jaksa tak bersikap seperti sinetron.

“Ini rekam apa? Rekam apa? Anda ini siapa? Rekam apa? Ini ditayangkan di ruang sidang kan, berarti Anda ingin jadikan sebagai bagian ruang sidang. Jangan dagelanlah, jangan sinetron kita. Kita jangan jadi sinetron, matikan. Saya nggak rela. Ini bukan ruang sidang, ini lorong,” ujar Habib Rizieq.

Hakim kemudian memerintahkan jaksa menghadirkan Habib Rizieq untuk mengikuti sidang virtual. Habib Rizieq kemudian dibawa ke salah satu ruangan di Bareskrim Polri.

Dalam siaran langsung tersebut terlihat Habib Rizieq memberontak saat dirinya dipegang dan dibawa ke dalam salah satu ruangan. Dia mengaku dipaksa, didorong, dan dihinakan saat dibawa ruangan itu.

“Saya didorong, saya tidak mau hadir. Saya sampaikan ke Majelis Hakim, saya tidak ridho dunia-akhirat. Saya dipaksa, didorong, dihinakan,” ucap Habib Rizieq.

Baca Juga: Habib Rizieq Berontak Dibawa ke Sidang Virtual: Saya Dipaksa, Didorong, Dihinakan!

“Silakan duduk dulu, saya jelaskan,” ujar majelis hakim memotong ucapan Habib Rizieq. Namun Habib Rizieq terus terlihat berdiri dikutip dari detikcom.

Sidang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan dakwaan. Habib Rizieq didakwa melakukan penghasutan sehingga menimbulkan kerumunan di Petamburan yang dianggap melanggar aturan mengenai pandemi virus Corona (COVID-19).

Dia juga didakwa melakukan tindakan tidak patuh protokol kesehatan dan menghalang-halangi petugas COVID-19 di Megamendung, Kabupaten Bogor. Selanjutnya, dia juga didakwa melakukan perbuatan menghalangi penanggulangan wabah COVID-19 karena tidak mau memberikan informasi terkait hasil tes swab-nya.

Habib Rizieq sempat ikut sidang secara virtual. Namun di tengah persidangan, dia menghilang.

Majelis hakim sempat meminta jaksa menghadirkan Habib Rizieq lagi di ruang sidang. Saat dihadirkan, Habib Rizieq hanya diam tanpa kata. Sidang kemudian ditunda hingga Selasa 23 Maret 2021.

Sidang Offline Akhirnya Disetujui

Saat sidang kemarin, Selasa 23 Maret, Habib Rizieq kembali protes. Pengacara HRS, Munarman, juga sempat terlibat debat dengan jaksa.

Majelis hakim kemudian menskors sidang. Setelah bermusyawarah, majelis hakim akhirnya mengizinkan Habib Rizieq hadir secara langsung di PN Jaktim.

“Memerintahkan penuntut umum untuk menghadirkan terdakwa dalam persidangan pada setiap hari sidang,” kata hakim ketua Suparman Nyompa dalam sidang di PN Jaktim, Selasa 23 Maret 2021.

Majelis hakim pun mencabut penetapan sidang online Habib Rizieq melalui penetapan nomor 221/Pidsus/2021. Dengan begitu, sidang Habib Rizieq Shihab selanjutnya diselenggarakan secara offline.

Berikut putusan hakim terkait permohonan sidang offline Habib Rizieq Shihab.

1. mengabulkan permohonan pemohon
2. mencabut kembali penetapan nomor 221/Pidsus/2021 tentang penetapan sidang secara online
3. memerintahkan penuntut umum untuk menghadirkan terdakwa dalam persidangan pada setiap hari sidang
4. memerintahkan agar salinan penetapan ini segera disampaikan kepada terdakwa, penasihat hukumnya, keluarganya, dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur serta rutan negara
5. apabila pemohon melanggar pernyataan pada surat jaminan pada tanggal 23 Maret 2021, penetapan ini ditinjau kembali. (terkiniid)

BACA JUGA:

KOMENTAR
0 Shares
Tweet
Share
Share
Pin