Sadis, Motif Cinta Segitiga, Juragan Wajan di Bantul Dibunuh Saat Bersetubuh

Radamuhu.com — Satreskrim Polres Bantul menggelar reka ulang (rekonstruksi) kasus pembunuhan juragan wajan Budiyantoro yang dilakukan oleh NK (22) dan KI (30) yang tidak lain istri dari korban, Kamis (22/4/2021), dilansir Inews.id.

Pembunuhan dilakukan saat korban dan pelaku KI sedang berhubungan intim. 

Rekonstruksi ini dilakukan di Mapolres Bantul, dengan pengamanan sangat ketat. Kedua pelaku memperagakan 56 adegan secara runtut.

“Semuanya ada 55 adegan yang diperankan kedua tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, Kamis (22/4/2021). 

Korban budiyantoro merupakan pengusaha wajan yang tinggal di Banguntapan, Bantul. Dia telah memiliki tiga orang anak dengan KI. Sedangkan NK merupakan anak buah dari korban yang masih memiliki hubungan keluarga. Hanya saja antara kedua pelaku menjalin hubungan asmara.

Dalam reka ulang ini, korban dibunuh dengan cara lehernya dijerat menggunakan kawat saat melakukan hubungan intim di ruang tengah sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu korban pulang ke rumah dan diajak istrinya berhubungan badan. Namun itu merupakan bagian dari rencana pembunuhan yang sudah direncanakan sejak sebulan lalu.

Begitu kedua berhubungan intim korban menyelinap masuk ke dalam rumah setelah diberi kode oleh KI dengan suara desahan. Awalnya mereka berhubungan di dalam kamar. Lantaran kurang nyaman dilanjutkan di kamar tengah. Ditempat itulah korban dijerat dengan gawat sampai meninggal. Agar tidak bersuara, pelaku KI membekap mulut suaminya dengan kain.

Usai membunuh kedua pelaku sempat makan sate dan melaksanakan ibadah Shalat Magrib dan Isya. Barulah pada malam harinya, korban dibuang di wilayah Sedayu bantul. Kedua pelaku sempat memakaikan korban pakaian dan membungkus dengan sprei.  

“Pengakuan awal dibunuh di dalam mobil, ternyata di rumah korban,” kata Ngadi.  

Pelaku akhirnya ditangkap polisi Kulonprogo karena curiga dengan mobilnya yang tidak dilengkapi nopol. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan dan pelaku mengaku membunuh korban. Lantaran wilayah hukum di Bantul, pelaku diserahkan ke Polres Bantul.

Ngadi mengatakan, pembunuhan ini sudah direncanakan oleh kedua pelaku sejak satu bulan lalu. Motifnya karena kedua pelaku memiliki hubungan asmara. Korban sempat memergoki keduanya dan mengancam akan membunuh NK. Lantaran sakit hati itulah NK memiliki niat lebih dulu membunuh korban. 

Sementara tersangka KI menepis menjadi aktor utama pembunuhan. Dia mengaku menyesal telah ikut membunuh. Sebenarnya apa yang dia lakukan hanya mengikuti ucapan dan keinginan dari tersangka NK.

“Yang minta Mas Kolis, saya hanya manut (ikut) saja,” katanya.

KOMENTAR
0 Shares
Tweet
Share
Share
Pin