Ngaku Ortu Sakit Saat di Pos Penyekatan, Pemudik: Kalau Bapak Saya Mati Gimana?

Radamuhu.com — Kebijakan penyekatan di pos Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dilanjutkan kembali per pukul 22.00 WIB. Sejumlah pemudik diminta putar balik oleh petugas.

Sejak pukul 21.00 WIB, Rabu (12/5/2021) dilansir detik.com, pos penyekatan ini diketahui menerapkan diskresi berupa pelonggaran penyekatan. Usai penyekatan dimulai kembali, ragam cara pemudik untuk bisa lolos penyekatan pun bermunculan.

Salah satunya dilakukan seorang pemudik yang menggunakan sepeda motor. Pemotor pria ini nampak memelas kepada petugas yang berjaga.

Dari percakapan yang terjadi antara pemudik dan petugas tersebut, diketahui pemudik itu ingin mudik untuk menjenguk keluarganya yang sakit.

“Saya nggak bawa apa-apa lagi ini,” kata pemudik kepada petugas.

“Tidak bisa sama aja. Mohon kerja samanya aja,” jawab petugas.

Saat ditanya wartawan perihal tujuannya mudik, pemudik tersebut hanya diam. Dia tidak bergeming dari kendaraan motornya.

Kepada petugas sekali lagi dia berusaha diizinkan pergi melanjutkan mudik. Dia mengaku ayahnya sedang mengalami sakit jantung.

“Kalau bapak saya mati gimana? Bapak saya (sakit) jantung. Ibu saya nelpon tadi” kata pemudik.

Pemudik itu tetap tidak beranjak dari posisinya. Takut membuat macet lokasi, petugas kemudian mengizinkan pemudik tersebut melintas pos penyekatan.

Hingga malam ini kondisi pos penyekatan Kedungwaringin masih ramai. Petugas memperlakukan sistem buka tutup penyekatan untuk mengurai kepadatan pemudik.

KOMENTAR