Emosi ke Presenter TV Saat Diwawancara, Luhut Pandjaitan: Kamu Jangan Provokasi

Radamuhu.com — Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan tampak emosi ke presenter TV saat diwawancara usai Presiden Jokowi mengumumkan perpanjangan PPKM Darurat.

Kemarahan Luhut tersebut dipicu lantaran ia menilai data yang disajikan pihak presenter TV itu seolah memprovokasi masyarakat.

Momen Luhut Binsar emosi ke presenter TV tersebut terjadi saat ia diundang dalam program tayangan Business Talk Kompas TV yang tayang pada Selasa malam, 20 Juli 2021.

Dalam momen tersebut, awalnya sang presenter membuka program TV itu dengan menyajikan data seputar Covid-19 yang meliputi jumlah testing yang menurun, statistik ratusan dokter dan nakes meninggal.

Luhut pun sontak menegur presenter TV itu lantaran mengawali perbincangan tersebut dengan data-data yang menurutnya provokatif dan negatif bagi masyarakat.

“Saya usul eloknya pembukaan itu jangan langsung provokatif negatif nggak elok, itu nuansa pemberitaan kalian seolah negeri ini mau gimana. Perlu kita buat optimisme bukan pesimisme, yang dengar ini nggak semua intelektual, kan banyak yang lain, apa yang Anda sajikan tadi membuat kita banyak orang pesimis,” ujar Luhut Binsar ke sang presenter TV.

Ia pun kemudian menjelaskan beberapa evaluasi penanganan serta proyeksi PPKM Darurat yang diperpanjang 5 hari ke depan.

Usai mengulas soal perpanjangan PPKM Darurat tersebut, Luhut kembali menyinggung narasi provokasi di awal program TV itu.

Menurutnya, data yang disajikan saat awal pembukaan program tersebut seolah Indonesia mau Perang Dunia III.

“Data yang kalian sajikan kayak kita ini mau Perang Dunia III saja,” tegas Luhut ke presenter TV.

Mengutip Hops.id, pada akhir perbincangan tersebut Luhut Binsar juga menanggapi soal ucapan presenter TV terkait nasionalisme dan optimisme.

Luhut mengatakan kepada presenter TV bahwa pemerintah optimis menghadapi Covid-19.

“Kalau Merah Putih di dada, kamu mesti beri nuansa positif, jangan provokasi orang lain itu nggak bagus itu. Kamu provokasi bisa hilangkan nyawa orang lho secara tidak langsung, awas hati-hati itu hindari itu! orang jadi was-was terus imunitasnya turun, pahami itu! Jangan mau kau disuruh bosmu itu, bilang Pak Luhut ini yang ngomong, saya serius sungguh-sungguh,” ujarnya. (terkini)

KOMENTAR