Tidak Masak untuk Taliban karena Miskin, Ibu Empat Anak Dipukuli Sampai Tewas

Seorang ibu empat anak dipukuli sampai mati oleh pejuang Taliban di depan anak-anaknya yang masih kecil karena dia menolak memasak untuk Taliban.

Kabar memilukan itu dirilis CNN pada Rabu (18/8), mengutip sumber-sumber lokal.

Wanita bernama Najia sedang berada di rumah bersama tiga putra dan satu putrinya yang masih kecil di desa kecil di Afghanistan utara ketika para militan Taliban mengetuk pintu mereka.

Menurut CNN, putrinya yang bernama Manizha tahu mereka akan datang karena ibunya telah mengatakan kepadanya bahwa Taliban telah melakukan hal yang sama tiga hari sebelumnya, menuntut agar dia memasak makanan hingga 15 pejuang.

“Ibuku memberi tahu mereka, ‘Aku miskin, bagaimana aku bisa memasak untukmu?'” ujar Manizha seperti dikutip CNN.

“(Taliban) mulai memukulinya. Ibu saya pingsan, dan mereka memukulnya dengan senjata mereka, AK47,” papar dia.

Putrinya mengatakan dia telah memohon kepada para pejuang untuk berhenti memukuli ibunya.

“Tetapi para militan berhenti sejenak sebelum melemparkan granat ke kamar sebelah dan melarikan diri saat api menyebar,” tutur dia.

Ibu empat anak itu dikabarkan meninggal akibat pemukulan brutal tersebut.

CNN menggunakan nama alias untuk Najia dan Manizha untuk melindungi identitas mereka demi alasan keamanan.

Serangan 12 Juli yang mematikan di rumah Najia di provinsi Faryab dipandang sebagai gambaran ancaman yang sekarang dihadapi para perempuan di seluruh Afghanistan setelah Taliban mengambil alih sebagian besar negara dan ibu kota Kabul.

Uni Eropa, Amerika Serikat dan 18 negara lain mengeluarkan pernyataan bersama pada Rabu yang mengatakan bahwa mereka “sangat khawatir tentang wanita dan anak perempuan Afghanistan.” Mereka mendesak Taliban memastikan keselamatan mereka.

“Kami sangat khawatir tentang perempuan dan anak perempuan Afghanistan, hak mereka atas pendidikan, pekerjaan dan kebebasan bergerak. Kami menyerukan kepada mereka yang memiliki kekuasaan dan otoritas di seluruh Afghanistan untuk menjamin perlindungan mereka,” ungkap pernyataan itu.

“Perempuan dan gadis Afghanistan, seperti semua orang Afghanistan, layak untuk hidup dengan aman, aman, dan bermartabat. Segala bentuk diskriminasi dan penyalahgunaan harus dicegah. Kami di komunitas internasional siap membantu mereka dengan bantuan dan dukungan kemanusiaan, untuk memastikan bahwa suara mereka dapat didengar,” papar pernyataan itu. (sindonews.com)

KOMENTAR
0 Shares
Tweet
Share
Share
Pin