Kejati NTT Akan Jerat Tersangka Randy Badjideh Hukuman Maksimal seperti Tinus Tanaem

Radamuhu.com – Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Yulianto melalui Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim menyampaikan pihaknya tidak akan segan-segan menerapkan pasal 340 atas kasus tindak pidana pembunuhan ibu dan anak di Penkase Oeleta dengan tersangka Randi Badjideh.

Abdul Hakim ketika dihubungi Victory News, Jumat (7/1/2022) di Kantor Kejati NTT mengungkapkan, Kejati NTT, Yulianto tidak main-main dalam penerapan pasal kepada tersangka. Hukuman yang sama seperti disangkakan terhadap Tinus Tanaem dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan.

“Terkait dengan kasus pembunuhan di Penkase Oeleta terhadap ibu dan anak itu, menjadi atensi pak Kajati juga dan kalau terbukti pasal 340-nya, pak Kajati juga tidak segan-segan hukuman maksimal juga sama dengan kasus yang menjerat Tinus Tanaem di Kabupaten Kupang,” tegasnya, dilansir victorynews.id.

Dia mengatakan, jaksa peneliti masih melakukan penelitian terhadap berkas perkara yang telah dilampirkan oleh penyidik Polda NTT.

“Jaksa peneliti saat ini sudah melakukan penelitian terhadap berkas perkara, dan setiap hari dilakukan ekspose juga terkait kasus itu,” katanya.

Terkait dengan pasal yang telah diterapkan oleh penyidik Polda NTT, terhadap kasus pembunuhan Astrid dan anaknya Lael, pasal 340 KUHP subsider 338 dan UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Terkait pasal yang diterapkan oleh penyidik itu akan dilakukan cek dulu pokok materilnya dulu, apakah sesuai dengan perbuatan yang dibuat atau tidak,” terang Abdul.

Terkait berkas perkara yang telah dilimpahkan masih terus akan dilakukan penelitian oleh jaksa yang meneliti.

“Tapi kalau masih ada kekurangan maka akan dikembalikan (P-19), dengan petunjuk dan kalau peneliti bilang telah memenuhi syarat formil dan materilnya akan dinyatakan lengkap atau (P-21),” beber Abdul.

Sebelumnya, penyidik Polda NTT telah melimpahkan berkas kasus perkara pembunuhan terhadap Astri dan Lael pada 28 Desember 2021 lalu.

“Jadi sekarang masih ada waktu tiga hari hingga Selasa 11 Januari 2021. Untuk menentukan sikap oleh jaksa peneliti apakah sudah bisa lengkap berkasnya atau belum,” ujarnya.

Saat ditanya terkait kapan dilakukan P-21 atau pelimpahan berkas perkara. Abdul menerangkan setelah espose bersama Kajati dengan jaksa peneliti.

“Terkait dengan dilimpahkan berkas perkara itu ke pengadilan, nanti disampaikan oleh jaksa peneliti di pak Kajati apakah sudah bisa dilimpahkan atau belum,” terang dia.

Terkait dengan penambahan tersangka, menurut Abdul, akan dibuktikan dalam persidangan.

“Kalau memang fakta dipersidangan bisa terungkap lagi ada penambahan orang lain, maka kita juga akan serahkan kepada penyidik juga apalagi ini sudah menjadi sorotan semua pihak,” ujar Abdul.

Ia menambahkan, pada prinsipnya kasus pembunuhan terhadap ibu dan anak sangatlah menjadi atensi dari Kepala Kejaksaan Tinggi NTT.

“Pada prinsipnya kasus kemanusian ini menjadi atensi sekali bagi pak Kajati, beliau tidak mau berkas perkara itu bisa bolak-balik karena untuk kasus ini diperlukan kepastian hukum,” pungkasnya.

KOMENTAR