Aniaya Ayah Kandung hingga Tak Sadarkan Diri, Pelaku Diamankan Polsek Katikutana Sumba Tengah

Radamuhu.com – Kapolsek Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, AKP A.A.K Yuliantara mengatakan pelaku penganiayaan dalam hal ini,  Saktiawan Umbu Kura Lena  terhadap ayah kandungnya Umbu Rona Runu Wali (58) di counter Rizky Cell Waibakul, Sumba Tengah, Jumat 14 Januari 2022 sekitar pukul 11.00 Wita telah diamankan di Polsek Katikutana, Sumba Tengah, Sabtu 15 Januari 2022.

Pelaku dan korban adalah warga Desa Tarung Manjaga, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah.

Kini pelaku ditahan di Polsek Katikutana, Sumba Tengah untuk menjalani proses hukum.  Penyidik sedang melakukan pemeriksaan terhadap pelaku guna mengungkap sebab musebab tindakan penganiayaan terjadi.

Kapolsek Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, AKP  A.A.K Yuliantara menyampaikan hal itu ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM via telepon, Minggu siang 16 Januari 2022.

Menurut Kapolsek Katikutana Yuliantara, sekilas keterangan pelaku nekad melakukan penganiayaan terhadap bapa kandungnya terkait persoalan uang. Dimana pada saat ini pelaku sedang memperbaiki kubur mamanya dan membutuhkan uang. Sementara ayahnya menggunakan uang dari gaji pensiunan mamanya (almahrum) untuk berbelanja sesukanya.

Dan untuk lebih jelas tentang perkembangan penanganan kasus dan kronologi kejadiannya, Kapolsek Yuliantara meminta wartawan bertemu langsung penyidik di kantor Polsek Katikutana, Senin 17 Januari 2022.

” Saya hanya sekilas mendengar alasan pelaku menganiaya bapak kandungnya karena persoalan uang. Ia Ingin minta uang mamanya (almahrum) yang dipegang bapanya karena sedang memperbaiki kubur mamanya. Karena bapa menggunakan uang mama sesuai kemauannya,” katanya.

Sementara itu terkait dengan kondisi korban terkini, Kapolsek Yuliantara mengatakan, sampai saat ini, korban masih menjalani perawatan di RSUD Waibakul, Sumba Tengah. Ketika mendapat informasi dari wartawan bahwa korban sudah dirujuk ke RSUD Waingapu, Sumba Timur, Kapolsek mengaku akan mengkonfirmasi ke pihak keluarg dulu.

Sementara itu salah seorang anggota keluarga korban yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM ke telepon selulernya, Minggu 16 Januari 2022 siang mengaku, sejak Sabtu 15 Januari 2022 pagi, korban di rujuk ke RSUD Waingapu, Sumba Timur karena dalam kondisi tidak sadar akibat menderita penganiayaan oleh anaknya.

Informasi diperoleh Minggu 16 Januari 2022 pagi, menyebutkan korban sudah sadar tetapi belum bisa berkomunikasi.

KOMENTAR