Kakek Bujangan di Kupang Ditemukan Membusuk di Dalam Rumah

Radamuhu.com – Seorang kakek bujangan bernama Karel Kuli (74), warga RT 04/RW 02, Dusun II, Desa Oematnunu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT ditemukan meninggal dengan kondisi membusuk di rumahnya, Kamis (12/5/2022), dilansir digtara.com.

Korban diperkirakan meninggal 4 hari sebelum ditemukan. Korban selama ini tinggal seorang diri di rumahnya dan tidak memiliki istri dan anak (bujangan atau tidak menikah).

BACA JUGA: Tragis, Pasangan Suami Istri di SBD Ditemukan Tewas dalam Rumah, Diduga Korban Pembunuhan

Sebelumnya pada Jumat (6/5/2022) lalu, korban masih pergi ke rumah milik Kristofel Laibuis (60) di RT 04/RW 02, Dusun II dan rumah Yesaya Kuli (48) di RT 08/RW 04, Dusun IV, Desa Oematnunu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Saat itu korban minta makanan yang sudah dimasak serta beras. Namun setelah beberapa hari kemudian korban tidak pernah kelihatan dan tidak keluar dari dalam rumahnya. Keluarga khawatir karena selama ini korban mengidap penyakit sakit lambung.

BACA JUGA: Ya Tuhan, Nenek dan Dua Cucu di NTT Tewas Tenggelam di Embung

Karena tidak melihat korban melakukan aktivitas diluar rumahnya, maka Kristofel langsung berinisiatif untuk mengecek keberadaan korban. Namun saat mendekat ke rumah korban, Kristofel menghirup bau tidak sedap dari dalam rumah.

Ia langsung memasuki rumah korban dan saat dilakukan pengecekan, ia mendapati korban sudah tidak bernyawa (meninggal dunia) di dalam kamarnya. Melihat kejadian tersebut, Kristofel langsung memberitahukan kepada Yesaya Kuli dan warga masyarakat setempat serta dilaporkan ke Polsek Kupang Barat.

Polisi dari Polsek Kupang Barat yang menerima laporan polisi langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP dipimpin Kapolsek Kupang Barat, Ipda Hendra Karel Wadu, S.PSi.

BACA JUGA: Santy Mansula Disebut Saksi Kunci Ira Ua Ditetapkan sebagai Tersangka, Dan adanya Tersangka Baru

Anggota unit identifikasi dan tim Inafis Polres Kupang melakukan identifikasi. Polisi pun menginterogasi para saksi yang mengetahui peristiwa ini.

Diperoleh informasi kalau korban selama ini hidup menyendiri dan tinggal sendirian di rumahnya serta tidak menikah. Korban juga pernah merantau ke luar negeri di negara Malaysia.

Saat pulang dari merantau, korban masih hidup menyendiri dan saat memasuki masa lansia korban sering mengeluh sakit di bagian perut dan mengidap penyakit lambung.

Diduga korban meninggal dunia karena sudah lansia serta mengidap penyakit lambung.

BACA JUGA: Polda NTT Resmi Tetapkan Ira Ua Istri Randy Badjideh sebagai Tersangka Kasus Pembunuhan Astri dan Lael

Apalagi selama ini korban tidak dirawat dan diperhatikan karena tidak memiliki istri serta anak, sehingga saat sakit dan meninggal dunia tidak diketahui oleh orang lain.

Korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar 3 atau 4 hari yang lalu, karena pada wajah dan sebagian tubuh korban sudah dikerumuni ulat dan belatung.

Pihak keluarga korban menerima kematian korban dan membuat surat pernyataan penolakan otopsi.

Karena kondisi tubuh korban sudah membusuk dan dipenuhi dengan ulat belatung sehingga tidak dilakukan visum luar dan hanya dilakukan identifikasi dari tim Inafis Polres Kupang.

BACA JUGA: Sopir Diduga Dibawah Pengaruh Miras Hingga Hilang Kendali, Pick Up Terbalik di TTU, 11 Orang Jadi Korban

Jasad korban langsung dibawa ke rumah milik Yesaya Kuli untuk dilakukan pemakaman.

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto, SIK MH melalui Kapolsek Kupang Barat, Ipda Hendra Karel Wadu, S.PSi mengaku kalau jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Keluarga menerima kematian korban dan jenazah korban langsung kita serahkan ke keluarga untuk dimakamkam. Kita sudah melakukan identifikasi dan olah TKP dan kita pastikan korban meninggal secara wajar,” tandasnya.

KOMENTAR