Terungkap! Kasus Perampokan di Sumba Timur Karena Dendam, Pelaku Sewa Perampok Bayaran dari Sumba Tengah

Radamuhu.com – Aparat keamanan Polres Sumba Timur sudah mengamankan lima pelaku perampokan.

Polisi pun menginterogasi dan mengungkap peran masing-masing pelaku.

Dari hasil pemeriksaan polisi terungkap kalau pelaku dendam dengan korban.

Selanjutnya salah satu pelaku menyewa perampok bayaran untuk merampok bahkan membunuh korban.

BACA JUGA: Sehari Tim Buser Polres Sumba Timur Bekuk 4 Pelaku Perampokan Rindi di 2 Kabupaten, Satu Pelaku dengan Timah Panas

Kasat Reskrim Polres Sumba Timur, Iptu Salfredus Sutu, SH saat dikonfirmasi Selasa (21/6/2022) menjelaskan peran masing-masing para pelaku, sebagaimana dilansir digtara.com.

“Pilla Ndilu alias Pilla berperan sebagai orang yang memiliki dendam kepada korban Ngabi Laki Mbanju,” ujar Kasat Reskrim.

Pilla menyampaikan dendam tersebut kepada terduga pelaku Agustinus Raja Manu alias Bapa Roy alias Agus Slow.

Pilla meminta bantuan Agus Slow mencari perampok yang bisa dibayar atau disewa untuk membunuh korban Ngabi Laki Mbanju.

BACA JUGA: Komplotan Perampok Bayaran di Sumba Timur Terancam Hukuman Penjara 12 Tahun

“Dendam yang dimaksud adalah istri dari Pilla pernah dicurigai oleh terduga pelaku Pilla Ndilu selingkuh dengan Pide alias Ama Dohe, keponakan korban Ngabi Laki Banju. Namun korban Ngabi Laki Mbanju mengabaikan kecurigaan terduga pelaku Pilla Ndilu,” ujar Kasat.

Korban Ngabi Laki Banju juga pernah dicurigai menggelapkan 3 ekor ternak sapi oleh terduga pelaku Pilla Ndilu, namun tidak ada bukti.

Selain itu Pilla pernah mencurigai korban Ngabi Laki Banju dengan sengaja merusak pagar sawah milik terduga pelaku Pilla Ndilu dan memasukkan ternak sapi ke dalam sawah milik terduga pelaku Pilla Ndilu sehingga membuat terduga pelaku Pilla NdiluI gagal panen.

BACA JUGA: Polres Sumba Timur dan Sumba Barat Tembak Tersangka Utama Pencurian Ternak

Terduga pelaku Pilla Ndilu kemudian memberikan uang Rp 17.500.000 kepada terduga pelaku Agustinus Radja Manu.

“Uang tersebut diserahkan kepada Gebby alias Ama Tamy untuk dibagikan kepada para eksekutor (perampok) Tinus, Nggiku, Viktor dan Ama Goris,” tambah Kasat Reskrim.

Dijelaskan pula kalau terduga pelaku Agustinus Raja Manu alias Bapa Roy alias Agus Slow berperan mencari jaringan perampok yang bisa disewa untuk merampok dan membunuh korban Ngabi Laki Banju.

BACA JUGA: Ternyata Begini Kronologi Randy Badjideh Bunuh Astri Manafe hingga Tewas

“Agus Slow kenal dan menghubungi Gebby alias Ama Tami dan meminta mencari kelompok perampok dari Kabupaten Sumba Tengah,” jelas Kasat Reskrim Polres Sumba Timur.

Agus Slow mengajak adiknya JRM untuk membantu menjemput para perampok di Waimanu, Kabupaten Sumba Tengah dan dibawa ke Wairundu – Rindi, Kabupaten Sumba Timur.

Bernabas Nggaba Daku Ranjak alias Nggaba menyambut para perampok (Tinus, Nggiku, Viktor dan Ama Goris) ketika diturunkan oleh terduga pelaku JRM menggunakan mobil avanza di dekat lokasi kejadian.

BACA JUGA: Mendengar Kesaksian Randy Badjideh, Oma Asnat Manafe Ibu Astri Manafe Sebut Hanya Tuhan yang Tahu

“Nggaba memberi makan kepada para perampok sebelum melakukan perampokan,” tandas Kasat.

Terduga pelaku Nggaba juga memberi gambaran/denah rumah korban Ngabi Laki Banju serta menuntun para perampok ke rumah korban Ngabi Laki Banju.

Sedangkan Agustinus Umbu Saki Pekukimu alias Tinus alias Bapa Tika adalah 1 dari eksekutor (perampok) yang dipesan oleh terduga pelaku Agustinus Radja Manu alias Bapa Roy alias Agus Slow.

“Terduga pelaku Tinus juga eksekutor yang memukul korban Ngabi pada bagian mata hingga bola mata korban Ngabi pecah,” ujar Kasat Reskrim Polres Sumba Timur.

BACA JUGA: Bertengkar Dengan Astri, Sambil Menangis Randi Badjideh Akui Membunuh Astri Manafe

Pelaku lain JRM adalah adik dari Tinus alias Agus Slow. JRM bertugas menjemput para perampok asal Waimanu – Anakalang, Kabupaten Sumba Tengah.

“JRM pula yang memberi tugas kepada para perampok Tinus, Nggiku, Viktor dan Ama Goris untuk membunuh atau mematahkan kaki korban Ngabi Laki Banju,” jelasnya.

Gebbi alias Ama Tami menerima pesanan dari terduga pelaku Agus Slow untuk mencari eksekutor (perampok).

BACA JUGA: Tragis! Kecelakaan Maut Motor vs Pickup di TTS, Pengendara Motor Tewas di Tempat

“Gebbi lah yang mempunyai akses dengan para perampok asal Kabupaten Sumba Tengah,” ujar Kasat.

Gebbi pula yang menyalurkan uang bayaran dari terduga Pilla Ndilu kepada para perampok Tinus, Nggiku, Viktor dan Ama Goris sebanyak dua kali masing-masing Rp 8.400.000 dan Rp 9.000.000.

Sedangkan Tinus, Nggiku, Viktor dan Ama Goris adalah eksekutor (para perampok) yang melakukan perampokan di rumah korban Ngabi Laki Banju.

“Saat ini, Nggiku, Viktor dan Ama Goris masih dalam pengejaran tim gabungan,” tandas Kasat Reskrim Polres Sumba Timur.

KOMENTAR