WNA Afganistan yang Hendak Bunuh Diri di Jembatan Liliba, Kini Didampingi Psikolog Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang

Radamuhu.com – Seorang Warga Negara Asing (WNA) yang ingin melakukan percobaan bunuh diri di Jembatan Liliba pada Jumat (24/6/2022) malam dilansir victorynews.id, saat ini sudah berada di Rumah Sakit Jiwa Naimata, Kupang.

“Sementara ini yang bersangkutan berada di Rumah Sakit Jiwa Naimata sambil didampingi Psikolog,” kata Kepala Seksi Kambtib Rudenim Kupang, Melsy Fanggi, saat dikonfirmasi victorynews.id, Sabtu (25/6/2022) malam.

Melsy mengaku, identitas WNA tersebut bernama HRH asal Afganistan. Ia sudah 8 tahun berada di Kupang dan ditampung di Hotel Lavender Kupang.

BACA JUGA: Tragis, Tabrak Pick Up saat Mendahului Truk Tronton, Pengendara Motor Asal Kupang Tewas di Tempat

Sebelumnya diberitakan, imigran asal Afganistan, naik ke atas puncak Jembatan Liliba, Kota Kupang dan hendak bunuh diri.

Sebelumnya diberitakan, Warga Kota Kupang dihebohkan dengan seorang pria yang naik ke atas Jembatan Liliba, Kota Kupang, NTT.

Hasan yang diketahui inisialnya dari rekan-rekannya sesama Imigran yang mendatangi Jembatan Liliba sambil memanggil namanya dan mengajaknya turun.

Seperti sejumlah foto dan potongan video yang diterima victorynews.id, Hasan Naik ke atas Jembatan Liliba, lalu melakukan selfie dan mengirim ke teman-temannya sesama Imigran.

BACA JUGA: Ya Tuhan, Dump Truk Masuk Jurang di Sumba Tengah, 9 Orang Tewas, 12 Luka Berat

Bukan hanya itu, Hasan juga merokok san terlihat meneguk minuman sambil duduk santai.

Aksi pria Imigran ini membuat kemacetan di jalan Piet A Talo Kota Kupang

Imigran asal Afganistan itu mau diturunkan setelah polisi bersama psikolog dari IOM melakukan negosiasi dengan Hasan.

Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto ikut membujuk Hasan untuk turun.

BACA JUGA: Ya Tuhan, Dump Truk Masuk Jurang di Sumba Tengah, 9 Orang Tewas, 12 Luka Berat

Usai diturunkan, Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto menjelaskan pihaknya mendapat informasi terkait Imigran Asal Afganistan dari laporan warga.

Pihaknya berkoordinasi dengan Damkar, IOM, dan melakukan negosiasi dengan Hasan yang bersikeras tak mau turun.

Dia berterima aksih atas kerja sama yang baik dari semua pihak sehingga Hasan bisa diturunkan.

Menurut mantan Kabid Humas Polda NTT ini, sesuai penjelasan rekan-rekan sesama imigran, Hasan selama ini mengalami depresi.

“Mungkin sudah terlalu lama tinggal di sini ada hal-hal yang membuat dia terbebani,” ujarnya.

BACA JUGA: Cekikan Berantai di Dalam Mobil Rush Tewaskan Astri Manafe dan Lael Maccabe

Selain itu, ia mengaku saat melakukan negosiasi pihaknya mengalami kesulitan karena Hasan mengkonsumsi minuman keras.

Saat ini, kata dia, pihaknya mengarahkan yang bersangkutan ke Rumah Sakit Jiwa untuk diperiksa kejiwaannya.

KOMENTAR