Diduga Mabuk Alkohol, Oknum Brimob Belu Tikam Warga di Tempat Pesta Nikah, Keluarga Korban Lapor Polisi

Radamuhu.com– Diduga dipengaruhi minuman keras (alkohol), oknum anggota Brimob Kompi 3, Batalyon A Pelopor Belu, Polda NTT bernama Tino Welu saat menghadiri acara pesta nikah di Halifehan, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, NTT, Sabtu (30/7/2022), dilansir digtara.com.

Atas peristiwa ini, keluarga, Frederikus Siku sudah melaporkan ke Polres Belu untuk menjalani proses hukum.

Oknum Brimob Tino Welu yang datang ke tempat pesta diduga meneguk minuman keras dan berselisih paham dengan korban Frederikus Siku.

BACA JUGA: Siswi SMA di Lembata, Dicabuli Ayah Kandung, Dipaksa di Kandang Kambing hingga Pinggir Pantai

Kehadiran Tino yang seharusnya memberikan rasa nyaman bagi warga yang sedang pesta malah menimbulkan kegaduhan dan warga sipil menjadi korban.

Dilansir victorynews.id dari victorynews.ttu, Minggu (31/7/2022), Tino diduga menegak minuman keras saat pesta sedang berlangsung, terlibat salah paham dengan Frederikus dan langsung bertindak beringas.

Tino dengan agresif menghujani tusukan pada tubuh Frederikus, menggunakan sebilah pisau hingga Frederikus kritis.

BACA JUGA: Ya Tuhan, Dua Pekan Hilang Terseret Banjir, Siswi SMA di TTS Ditemukan Membusuk di Malaka

Korban terpaksa dilarikan ke RSUD Mgr Gabriel Manek Atambua untuk mendapatkan perawatan medis.

Warga yang menghadiri kondangan itu histeris melihat aksi bringas sang oknum Brimob itu. Tak ada yang berani mendekat setelah melihat korban tersungkur.

Ayah Korban, Deni Siku, yang ditemui wartawan di RSUD Mgr Gabriel Manek Atambua, mengaku peristiwa itu terjadi saat resepsi pernikahan di Halifehan.

Kedatangan oknum anggota Brimob tersebut saat acara tengah berlangsung. Kehadirannya tampak dalam kondisi mabuk alkohol.

Pelaku terlihat marah-marah dan tak berselang lama kemudian korban yang merupakan puteranya tersungkur karena ditusuk pelaku berulang-ulang. Pelaku juga merusak sejumlah kendaraan bermotor yang parkir di lokasi acara.

Ia menyebut aksi kekerasan terhadap warga berulang kali dilakukan pelaku. Namun, tak ada yang berani menegur apalagi menghentikan aksi pelaku.
Atas kejadian tersebut keluarga telah melaporkan aksi pelaku Polres Belu, guna mendapatkan keadilan.

Keluarga berharap, kasus yang menimpa korban, Frederikus Siku,.harus diproses seadil-adilnya tanpa pandang bulu.

Sementara, Kapolres Belu, AKBP Yoseph Kristiyanto ketika dikonfirmasi wartawan, Sabtu, (30/7/2022), membenarkan laporan polisi oleh keluarga korban.
Saat ini pihaknya sedang mendalami dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

KOMENTAR