Ya Tuhan, Pulang dari Gereja, ASN di Kupang Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Radamuhu.com  – YML alias Yakob (44), Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Kupang, NTT ditemukan tewas gantung diri, Minggu (31/7/2022), dilansir digtara.com.

Korban meninggal dunia akibat gantung diri di rumahnya di Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Aksi nekat itu dilakukan korban sesaat setelah pulang mengikuti kebaktian di gereja.

Minggu, sekitar pukul 07.30 Wita, korban pulang dari gereja dan langsung menemui istrinya Lucia (41).

BACA JUGA: Diduga Mabuk Alkohol, Oknum Brimob Belu Tikam Warga di Tempat Pesta Nikah, Keluarga Korban Lapor Polisi

Korban langsung mencium istrinya.

Istrinya heran dengan sikap korban yang tidak seperti biasanya.

Sang istri sempat menegur korban tumben memakai baju putih.

Korban pun pamit dan hendak minum kopi di rumah sebelah.

Selanjutnya Alda Mau (17), anak korban pamit hendak ke gereja dan minta uang ke Lucia.

BACA JUGA: Viral Video Kapolresta Kupang Kota Lumpuhkan Pemabuk

Lucia malah menyuruh Aril, anak bungsu korban dan Lucia untuk menemui korban di rumah sebelah dan meminta uang.

Aril pun ke rumah sebelah mencari korban.

Ia kaget melihat ayahnya sudah tergantung sehingga ia berteriak memanggil ibunya.

Lucia sempat menyuruh Alda ke rumah sebelah melihat korban.

Alda juga kaget saat ke rumah sebelah dan melihat ayahnya dalam posisi gantung diri.

Ia sempat menurunkan tubuh ayahnya dan sempat memberikan pertolongan memompa tubuhnya namun upayanya gagal.

BACA JUGA: Mabuk dan Bikin Onar, PNS Pemkot Kupang Babak Belur Dihajar Warga hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Ia kemudian memanggil ibu dan tetangga untuk membantu dan menghubungi anggota Polsek Maulafa.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit Baromeus Belo, Kota Kupang.

Namun satu jam kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk pelaksanaan visum.

Tidak diketahui persis latar belakang korban memilih gantung diri.

Namun diperoleh informasi kalau selama ini korban dan istri selalu cekcok dalam rumah tangga.

Anak-anak korban tidak terima dengan kematian ini karena mereka menganggap kematian ini kesalahan dari ibu mereka.

Keluarga korban saat ini semuanya berdomisili di luar Kota Kupang dan istri korban menolak untuk dilakukan otopsi.

Ia juga menolak membuat laporan polisi karena menganggap kejadian ini merupakan murni gantung diri.

BACA JUGA: Nahas, Karyawan PLTU Timor I Tewas Terjatuh dari Ketinggian

Lucia juga bersedia membuat surat pernyataan penolakan otopsi.

Kapolsek Maulafa, Kompol Anthonius Mengga langsung ke lokasi kejadian bersama anggota melakukan olah tempat kejadian perkara.

Pihak Polsek Maulafa meminta bantuan anggota Identifikasi Satreskrim Polresta Kupang Kota melakukan identifikasi.

Polisi pun memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk menghindari hal-hal yang diinginkan terjadi.

Selain itu, polisi juga telah memeriksa saksi-saksi terkait kejadian ini.

KOMENTAR