Warga SBD Temukan Mayat dalam Kondisi Setengah Telanjang di Sungai Wee Loro Wewewa Barat

Radamuhu.com  – Sesosok mayat ditemukan warga di dalam sungai Wee Loro, Desa Lolo Ole, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Saat ditemukan pada Minggu (7/8/2022) petang, mayat tersebut dalam keadaan setengah telanjang, sebagaimana dilansir digtara.com

Teridentifikasi korban adalah seorang pria bernama Yohanis Lende (51).

Sehari-hari, korban merupakan seorang petani, warga Kampung Tana Kombuka, Desa Lolo Ole.

Diperoleh informasi kalau pada Selasa (2/8/2022) petang sekitar pukul 15.00 Wita, korban mengikuti acara penguburan/pemakaman warga yang meninggal yang juga tetangga korban.

BACA JUGA: Diduga Korupsi, Dua Desa di SBD Masuk Radar Polres SBD

Selasa malam, korban juga masih menginap di rumah Paulus Ngongo Bili (55) yang juga kakak kandung korban di Kampung Tana Kombuka.

Keesokan harinya, Rabu (3/7/2022), korban masih terlihat di rumah dan masih ikut makan di rumah salah satu tetangga yang berulang tahun.

Namun pada Kamis (4/8/2022) pagi, korban keluar rumah dan berpamitan mau pergi ke kebun untuk mencari kayu bakar untuk dijual.

Sejak saat itu korban tidak pulang. Kerabat korban berpikir kalau korban menginap di rumah kerabat yang lain.

Korban ditemukan oleh warga di sungai sehingga dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yohanes Bala, SE yang dikonfirmasi Senin (8/8/2022) mengakui kalau di lokasi kejadian ditemukan sekumpulan kayu bakar yang dikumpulkan oleh korban.

“Diduga korban jatuh ke dalam sungai yang ada airnya, sehingga korban tidak bisa bergerak dan meninggal dunia,” ujar Kasat.

Polisi mendatangkan tim medis guna melakukan visum pada tubuh korban.

BACA JUGA: Tragis, Pasangan Suami Istri di SBD Ditemukan Tewas dalam Rumah, Diduga Korban Pembunuhan

Dari hasil visum dokter puskesmas Waimangura, dr Christina P Zulli Lang dan kepala Puskemas Waimangura, Diaba I. Warru, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Kita pastikan korban meninggal dunia karena terjatuh dalam sungai,” tandas Kasat Reskrim.

Polisi mengamankan barang bukti di TKP yaitu, satu ikat kayu bakar, baju korban yang masih dipakai dan celana pendek yang terbawa arus air.

Setelah dilakukan olah TKP dan visum oleh dr Christina P Zulli Lang dan dokter Puskesmas Waimangura, selanjutnya korban dibawa ke rumah kerabat korban untuk disemayamkan.

Korban juga sering mencari kayu bakar dan dijual ke tetangga.

Uang hasil penjualan kayu dipakai untuk membeli makanan serta keperluan lainnya.

Kakak kandung korban, Paulus Ngongo Bili mengakui kalau korban mengalami gangguan kesehatan karena menderita sakit stroke ringan.

Kaki kiri dan tangan kanan korban tidak bisa digerakan. Korban juga menderita beberapa penyakit.

Yohanis Dairo Kalli (22), keponakan korban juga mengakui kalau korban pernah jatuh di rumah dan tidak bisa bangun sehingga untuk bangun korban harus dibantu.

Kepala desa Lolo Ole, Marthen Lelu Kenda (44), mengakui kalau korban pernah menikah.

Korban mempunyai seorang istri dan dua orang anak.

Namun korban dan istrinya sudah pisah sejak tahun 2003 lalu.

Anak pertama korban seorang perempuan tidak berada di tempat tetapi berada di luar pulau Sumba untuk mencari kerja.

Sementara istri korban sudah menikah lagi di wilayah Palla, kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Kapolsek Wewewa Barat juga menghimbau kepada warga agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban di desa serta tidak memberikan opini yang tidak sesuai dengan keadaan yang terjadi terkait meninggal korban.

Diharapkan agar seluruh keluarga korban tetap tenang dan bersabar.

KOMENTAR