Ya Tuhan, Lansia di Kupang Ditemukan Meninggal di Belakang Hotel Sasando

Radamuhu.com – Lukas Nenotek, seorang pria berusia 60 (lansia) ditemukan meninggal di lahan kosong belakang Hotel Sasando, Kota Kupang, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Kamis (22/9/2022) siang, dilansir digtara.com.

Korban pertama kali ditemukan meninggal oleh dua warga, Theo Seran dan Thomas Taneu sekitar pukul 10.00 Wita.

Saat ditemukan korban dalam keadaan tertelungkup tanpa menggunakan baju dan hanya menggunakan celana pendek warna abu-abu.

Di lokasi penemuan mayat tersebut, kondisi korban mengeluarkan bui di samping gubuk tempat tinggal korban yang terbuat dari seng bekas.

BACA JUGA: Anggota Pol PP Kupang Dikeroyok saat Pulang ke Rumah

Penemuan mayat tersebut menggegerkan warga sekitar yang langsung berdatangan ke lokasi.

Beberapa warga mengatakan selama ini korban tinggal sendiri dan tidak memiliki pekerjaan.

“Tidak tahu keluarganya di mana,” kata Mariana (45), seorang ibu di lokasi kejadian.

Menurut Thomas Taneu dan Theo Seran, saksi yang pertama kali menemukan jasad korban, sekitar pukul 10.00 wita, keduanya mendatangi rumah korban dengan niat untuk mengobrol.

Namun saat tiba di gubuk yang ditinggali korban, Thomas dam Theo kaget melihat korban dalam keadaan tertelungkup di tanah yang berjarak sekitar satu stengah meter samping gubuknya.

Mereka sempat memanggil nama korban tapi sama sekali tidak dijawab.

Bahkan Theo sempat mendekatkan kepalanya ke kepala korban tapi sama sekali tidak direspon oleh korban.

Keduanya lalu melaporkan kejadian tersebut kepada warga lainnya dan diteruskan ke aparat Polsek Kelapa Lima.

BACA JUGA: Tak Terima Ditegur saat Jam Pelajaran, Pelajar di Kupang Aniaya Guru hingga Berdarah-darah

Aparat Polsek Kelapa Lima dipimpin Kapolsek Kelapa Lima, AKP Mesakh Yohanes Hetharie, SH mendatangi TKP dan langsung melakukan pengamanan di sekitar lokasi.

Tim inafis Polresta Kupang Kota melakukan olah TKP didalam gubuk korban.

Mereka menemukan dua botol air mineral yang diduga berisikan minuman keras tradisional jenis sopi.

Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Ketua RT 12/ RW 05, Kelurahan Kelapa Lima, Marthinus Hayon mengakui kalau korban sudah lebih dari sepuluh tahun tinggal sendirian di gubuk tersebut.

“Sudah sepuluh tahun lebih tinggal sendirian,” ujar Marthinus.

Marthinus menambahkan, korban juga bekerja serabutan.

BACA JUGA: Ada 24 Rumah Induk dan 6 Anak Rumah Kampung Adat Wainyapu SBD Hangus Terbakar

Dan biasanya menjadi buruh bangunan di beberapa lokasi proyek.

Kerabat korban Iba Boymau menjelaskan bahwa korban Lukas Nenotek berasal dari Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan memiliki seorang istri dan lima orang anak.

“(Korban berasal) Dari Kolbano, istri di Kampung dan anak lima orang,” kata Iba Boymau di TKP.

Dia menjelaskan, selama ini korban memang tinggal sendirian di Kupang sedangkan keluarganya ditinggal di Kolbano, Kabupaten TTS.

korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan.

“Dia kerja sonde (tidak) tentu, kadang jadi buruh bangunan juga,” kata Iba.

Iba mengatakan bahwa korban sering mengkonsumsi minuman keras tradisional sopi. Dan itu sudah sejak dari kampung.

BACA JUGA: Terlibat peredaran narkoba, dua oknum anggota Polres Dompu dinonaktifkan

Kapolsek Kepala Lima, AKP. Mesakh Yohanes Hetharie yang ditemui di TKP mengatakan belum dapat memastikan penyebab kematian korban.

Sehingga jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk dilakukan visum et repertum.

“Penyebab kematian masih belum tahu, sementara masih diselidiki,” kata Mesakh.

Setelah dilakukan olah TKP, sekitar pukul 12.00 Wita, jenazah Lukas Nenotek langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk dilakukan visum et repertum menggunakan mobil jenazah.

FOLLOW Berita RADAMUHU.COM di GOOGLE NEWS

KOMENTAR